Links

bappebti
jfx
clearing
image-1 image-1
02/03/10

Euro menguat saat spread Yunani dan Jerman semakin sempit


Euro menguat...
Category: Forex News
Posted by: aline
Euro menguat terhadap dolar pada hari Selasa, didukung oleh berkurangnya spread yield obligasi pemerintah Yunani terhadap hutang Jerman, menjelang reaksi Komisi Eropa terhadap rencana internal Yunani untuk memperkuat keuangan negara tersebut. Perdana Menteri Yunani George Papanderou menyampaikan bahwa level spread obligasi Yunani dan zona euro “sangat tidak tepat”, mempertahankan pernyataan retoris terhadap para spekulator yang dipersalahkan karena menjadikan negaranya sebagai sasaran. Komentar tersebut timbul menjelang publikasi rekomendasi Komisi Eropa kepada Athena terkait rencana penghematan pada hari Rabu. Penilaian komisi tersebut yang sangat dinantikan diperkiraka sesuai dengan janji Yunani dalam rencana penurunan defisit jangka panjang.

Spread yield obligasi 10 tahun Yunani terhadap Bunds mencapai 353 basis point, tidak mencapai level terendah sesi tersebut di level 327. Pekan lalu, spread bertambah melampaui 400 point, yang paling besar sejak Yunani mengadopsi euro pada 2001. Penurunan kepercayaan di Yunani memicu selling obligasi pemerintah, menambah spread yield dengan obligasi Jerman. Namun apresiai euro dibatasi oleh keresahan bahwa defisit di negara-negara zona euro lain, seperti Portugal, akan mempertahankan kewaspadaan investor untuk mengambil posisi penting terhadap valuta zona euro. Menegaskan peluang bahwa keresahan fiskal akan berkembang diluar Yunani, anggota Dewan Gubernur European Central Bank Vitor Constancio menyatakan hari Selasa bahwa ekonomi Portugal memerlukan “penyesuaian signifikan”.

Sentimen resiko akan diawasi kemudian saat penasihat White House Paul Volcker berpidato dihadapan Komite Perbankan Senat untuk mempertahankan proposal pemerintah untuk membatasi resiko perdagangan bank, yang meresahkan investor dan memicu sell-off saham saat disampaikan bulan lalu. Sesuai pernyataan yang diperoleh Reuters, Volcker akan mendesak Kongers untuk membatasi resiko yang diambil bank-bank terkemuka untuk membantu mencegah bank-bank tersebut “terlalu besar untuk mengalami kebangkrutan”.